Sistem Struktur Tabung

Pertemuan ke -4
24 Maret 2008
Struktur Tabung
Perkembangan mutakhir dalam rancangan struktur tabung, dikembangkan oleh Fazlur Khan. Saat ini , 4 dari 5 bangunan tinggi di dunia menggunakan struktur tabung. Bangunan tinggi itu diantaranya Hancock Building, Sears Building, Standard Oil Building. Sistem ini lebih efisien karena penggunaan bahan bangunan per m2 hampir sebanding dengan dengan jumlah yang digunakan untuk bangunan rangka yang besarnya separuh dari bangunan diatas.
Dalam sistem ini, tabung dianggap fasade struktur bertindak terhadap beban lateral. Dinding eksterior dapat berfungsi sebagai penahan beban angin sehingga pengaku diagonal interior dapat ditiadakan.
Dinding tabung terbuat dari kolom berjejer yang berdekatan di sekeliling bangunan yang diikat oleh balok pengikat. Sehingga kekakuan dinding fasade ini sedemikian tinggi
Tabung eksterior ini dapat memikul semua beban lateral.
Pada dasarnya struktur tabung terbagi menjadi 2 besar yaitu :
• Tabung Kosong
• Tabung dengan pengaku interior

Tabung kosong terbagi dalam :
1. Tabung rangka (frame tube)
2. Tabung truss (trussed tube), dalam sistem ini terbagi menjadi : Tabung rangka kolom diagonal dan tabung rangka lattice

Tabung dengan pengaku interior terbagi dalam :
1. Tabung dengan dinding geser
2. Tabung dalam tabung (tube in tube)
3. Tabung yang dimodifikasi (modified tube), dalam sistem ini terbagi dalam tabung rangka dengan rangka kaku dan tabung dalam semi tabung
4. Tabung modular (modular tube)

Untuk bacaan selengkapnya pada buku ” Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi ” Wolfgang Schueller halaman 146-156 dan tersedia Foto Copiannya di Mbak Ning

No comment »

Struktur Rangka (tugas)

Pertemuan ke -3
17 maret 2008

Tugas Paper Struktur Rangka

Struktur rangka merupakan struktur yang paling awal dikenal pada bangunan tinggi. Struktur ini muncul sejak ditemukannya konstruksi baja dan beton bertulang. Sampai sekarang pun struktur ini banyak dipakai untuk mendirikan struktur bangunana tinggi. Sistem rangka kaku pada umumnya berupa grid persegi teratur yang terdiri dari balok horizontal dan kolom vertikal yang dihubungkan dengan suatu bidang dengan menggunakan sambu8ngan yang kaku (rigid)

Prinsip rangka kaku ini akan ekonomis jika dikerjakan sampai lantai 30 untuk rangka baja dan 20 lantai untuk rangka beton.
Paper yang dibuat mencakup :
1. Apa yang dimaksud dengan struktur rangka
2. Apa yang melatar belakangi munculnya struktur rangka
3. Jenis jenis struktur rangka
4. Berilah contoh bangunan tinggi yang menerapkan struktur rangka (bisa foto)

Paper dikerjakan berkelompok, maksimal 5 mahasiswa
dengan huruf arial 11 spasi 1 dan dalam format word (.doc)
mohon tugas dikumpulkan paling lambat 24 Maret 2008 jam 18.00
dikirim via email di zukawi@gmail.com dengan subyek : Struktur Konstruksi 2
untuk yang kurang jelas bisa menghubungi dosen bersangkutan via email atau phone

jangan lupa mengisi presensi di pengajaran

No comment »

Sistem Struktur Bangunan Tinggi

Unsur-unsur strtuktur dasr bangunan adalah :
- Unsir Linear, berupa kolom dan balok yang mampu menahan gaya aksial dan gaya rotasi
- Unsur Permukaan, terdiri dari dinding dan plat
- Unsur Spasial, merupakan pembungkus fasade atau core (inti) dengan mengikat bangunan agar berlaku sebagai satu kesatuan.

Type sistem struktur bangunan bertingkat tinggi :
1. Dinding pendukung sejajar
Pararel bearing wall
2. Inti dan dinding pendukung fasade
Core and fasade bearing wall
3. Boks Berdiri sendiri
Self support box
4. Plat terkantilever
Cantilevered slab
5. Plat rata
Flat slab
6. Interspasial
interspatial
7. Gantung
suspention
8. Rangka Selang Seling
Staggered truss
9. Rangka Kaku
Rigid frame
10. Rangka Kaku dan Inti
Rigid frame and core
11. Rangka Trussed
Trussed frame
12. Rangka Belt trussed dan inti
Belt trussed frame and core
13. Tabung dalam tabung
Tube in tube
14. Kumpulan tabung
Bundled tube

Pemilihan sistem struktur bangunan tinggi tidak hanya berdasarkan atas pemahamana struktur dalam konteksnya semata, tetapi lebih kepada faktor fungsi terkait dengan kebutuhan budaya, sosial, ekonomi dan teknologi.
Beberapa faktor dalam perencanaan sistem pembangunan struktur bangunan tinggi adalah :
1. Pertimbangan umum ekonomi
2. Kondisi tanah
3. Rasio tinggi lebar suatu bangunan
4. Pertimbangan fabrikasi dan pembangunan
5. Pertimbangan mekanis (sistem utilitasnya)
6. Pertimbangan tingkat bahaya kebakaran
7. Pertimbangan peraturan bangunan setempat
8. Ketersediaan dan harga bahan konstruksi utama

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan baca FC (fotocopy yang saya sediakan) dan dapat dicopy di Mbak Ning Hall JAFT.

Comments (1) »

Arsitek Perlu Tahu Struktur???

Pengetahuan struktur untuk arsitek adalah sangat penting dan jelas.

Arsitek memerlukan pengetahuan struktur semata-mata untuk :

Supaya rancangan arsitekturnya lebih rasional dan lebih efisien (hubungannya dengan penggunaan bahan)

Supaya penerapan system struktur menghasilkan bangunan yang rasional dan ekonomis (berhubungan dengan RAB)

Ekspresi arsitektur mencerminkan dari struktur dan materialnya. Seperti : ekspresi bentuk yang massif, ekspresi bentuk yang ringan maupun ekspresi struktur yang lebih “ngarsitek”

Arsitekt tetapdibutuhkan untuk beraudiensi dengan struktur engineer untuk menentukan keputusan :

System struktur yang paling tepat dari berbagai alternative system yang telah dieksploitasi secaraarsitektural.

Ukuran dimensi elemen-elemen structural yang tidak merusak ekspresi arsitektural

Hal-hal pemikiran struktur lain yang diluar lingkup pemikiran arsitek.

Dari uraian diatas berarti :

Arsitek yang tidak cakap pengetahuan strukturnya akan membawa ide arsitekturnya ke struktur engineer tanpa pemikiran yang baik, tanpa feeling arsitektural sehingga akan didekte oleh struktur engineer. Sehingga akibatnya ide-ide structural akan memecahkan ide-ide arsitektur.

Akibatnya  di sisi struktur engineer yang keluar dan penjelasannya akan berkisar pada :

Aspek ekonomi semata

Kemudahan perhitungan struktur

Kemudahan pelaksanaan

Hal ini akan bertentangan dengan kaidah filosofi arsitektur.

Akhirnya system structural dan pemilihan material structural secara leluasa akan mendikte penampilan bangunan.

Berarti, arsitek akan mengijinkan struktur engineer memusnahkan ide-ide arsitektur.

Arsitek yang sangat tidak menguasai pengetahuan struktura akan menghasilkan bentuk –bentuk arsitektur yang berada diawang-awang tidak berpijak bumi sehingga tidak dapat diwujudkan oleh kemampuan keuangan klien.

Dengan kata lain, arsitektur (hasil rangcangan ) hanya sebagai :

Mimpi panjang yang tidak akan terwujud.

Contoh 2 rekayasa intelektual yang jauh dari kondisi praktis sebenarnya.

SEBALIKNYA

Arsitek yang menguasai pengetahuan struktur CUKUP (sesuai lingkup arsitekturnya) akan menghasilkan perancangan yang :

Praktis

Bias dibangun (dari segi system struktur dan RABnya)

Lebih jauh, dalam beraudiensi dengan struktur engineer, arsitek dapat diskusi siembang untuk memperjuangkan ide-ide arsitekrutal dan ide-ide perubahan berdimensi :

Structural dan arsitektural

Arsitek tetapberada dalam posisi pembicaraan pengetahuan yang mantap

No comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1) »